Dalam kobaran api Tragedi Mei 1998 di Jakarta yang bersimbah darah, martabat seorang perempuan direnggut oleh para lelaki bedebah. la dikuburkan dalam kafan hitam kelamnya sejarah. menunggu keadilan dalam tubuh yang membusuk, dengan arwah gentayangan-gelisah dan tak tenang.
Dari rahimnya lahir seorang jabang bayi, namun siapa sang ayah. entahlah. Kini sang anak tumbuh menjadi gadis yang dicap "haram jadah," menyusuri setiap kelok jalan demi menelusuri jejak ibunya-seorang perempuan yang mengandung air mata nanah, luka yang tak kunjung sembuh.
Untuk apa hidup jika hanya dicekik dan dicabik oleh derita yang tak pernah sudah?
Karena perempuan itu bukan sampah.
Perempuan adalah rahim peradaban-penjaga generasi yang membangun bangsa dan negeri megah.
Karena itu, ia berhak atas ruang, atas hidup. dan atas peran untuk eksis dan berkarya.
Novel ini terinspirasi oleh ekses kemelut menjelang Era Reformasi Mei 1998, yang memperjuangkan perubahan dalam bidang politik, sosial, ekonomi, dan hukum setelah empat windu kekuasaan Orde Baru. Semua tokoh dalam novel ini adalah fiktif, namun kisahnya mencerminkan kepedihan nyata dari luka sejarah yang belum sepenuhnya pulih.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-623-321-357-8 |
| Dimensi | 13,5 x 20 cm |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Jenis Kertas | Bookpaper |
| Berat | 180 Gram |
| Jumlah Halaman | 211 Hlm |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Mei Merah 1998 (Kala Arwah Berkisah)
- Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- Penulis: Naning Pranoto
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.90.000
Produk Terkait
Rekacipta Lenong Dalam Komedi Betawi
Usaha revitalisasi tradisi merupakan satu usaha ya..
Rp.130.000
Metodologi Kajian Tradisi Lisan-edisi revisi
Tradisi lisan diartikan sebagai segala wacana yang..
Rp.230.000




