Transformasi aktor dan isu Hubungan Internasional yang terjadi secara masif, terutama pada masa pasca Perang Dingin, membuat studi HI memerlukan teori-teori baru di luar arus utama yang dapat memberikan deskripsi dan eksplanasi logis bagi dinamika hubungan internasional, terutama yang melibatkan aktor non-negara dan isu keamanan non-tradisional.
Dalam situasi ini, kehadiran perspektif alternatif seperti Mazhab Inggris (English School) yang melihat hakikat hubungan internasional tidak hanya agresivitas antar negara (Realisme ala Thomas Hobbes), tetapi juga dorongan untuk menahan diri dan mematuhi norma/hukum internasional (Rasionalisme ala Hugo Grotius), dan juga dorongan untuk menerobos sekat-sekat negara-bangsa dalam membentuk perdamaian dunia (Revolusionisme ala Immanuel Kant). Perspektif alternatif lainnya yang juga diperlukan dalam konteks ini adalah Teori Kritis (Critical Theory) yang tidak saja mengkritisi pemikiran menyimpang (distorted thoughts) dalam teori-teori arus utama HI melainkan juga bertujuan untuk makin mendekatkan kajian HI pada kepentingan dan kemaslahatan umat manusia.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-602-433-509-0 |
| Dimensi | 16 x 24 cm |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Jenis Kertas | Bookpaper |
| Berat | 500 gram |
| Jumlah Halaman | xii + 304 hlm |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Studi dan Teori Hubungan Internasional: Arus Utama, Alternatif, dan Reflektivis (CU 3)
- Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- Penulis: Bob Sugeng Hadiwinata
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.180.000
Produk Terkait
Masalah-Masalah Demokrasi dan Kebangsaan Era Reformasi
Demokrasi memang memberi ruang yang lebar bagi set..
Rp.60.000
Democracy for Sale: Pemilihan Umum, Klientelisme, dan Negara di Indonesia
Ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan ..
Rp.115.000
Pembelajaran Politik Pemilu Serentak 2019 - Sebuah Survei Pemilih
Tahun 2019 merupakan tahun politik bagi Indonesia ..
Rp.190.000
Tags: Studi dan Teori Hubungan Internasional: Arus Utama, Alternatif, dan Reflektivis (CU 3)




