Benarkah sastra Cina merupakan salah satu tradisi kesusasteraan terbesar dan paling berpengaruh di dunia? Melalui diaspora, perdagangan, dan pertukaran budaya selama berabad-abad, Karya - karya sastra Cina melintasi batas negara dan tumbuh hidup di Asia Tenggara-termasuk Indonesia. Dari kisah klasik seperti Sam Kok, cerita pendekar, hingga film - film berbahasa Mandarin, jejaknya telah menjadi bagian dari ingatan budaya masyarakat kawasan ini.
Buku ini mengupas secara mendalam hubungan kesusasteraan Cina dengan Asia Tenggara sejak era klasik, Revolusi Kebudayaan, Sastra Proletariat, gerakan anti-Jepang, hingga perkembangan sastra modern dan kontemporer. Tidak hanya membahas karya sastra, buku ini juga menelusuri pengaruh politik, ideologi, media, dan dunia penerbitan yang membentuk perjalanan sastra Çina di kawasan Asia Tenggara.
Lebih dari sekadar sejarah sastra, buku ini memperlihatkan bagaimana kesusasteraan menjadi jembatan peradaban, ruang pertukaran budaya, sekaligus kekuatan yang mempengaruhi perubahan sosial lintas bangsa. Kaya data, luas perspektif, dan relevan dengan perkembangan budaya Asia hari ini, buku ini menjadi bacaan penting bagi pembaca yang ingin memahami hubungan Cina dan Asia Tenggara melalui sastra dan sejarah budaya.
| Info Buku | |
| ISBN | Masih dalam Proses |
| Dimensi | 17,5 x 25 cm |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Jenis Kertas | Bookpaper |
| Berat | 400 gram |
| Jumlah Halaman | 687 hlm |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Penerbit | PT Pustaka Obor Indonesia |
Sejarah Hubungan Kesusastraan Cina Jilid Cina - Asia Tenggara
- PT Pustaka Obor Indonesia
- Penulis: Guo Huifen
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.0
Produk Terkait
Ibu Kota Nusantara: Gagasan, Kesehatan, Peluang dan Hikmah Era Digital
Sebagian besar warga negara akan mengenal dan mema..
Rp.0
Kepemimpinan Bentang Alam: Jalan Masa Depan Konservasi
Krisis ekologis hari ini bukan lagi sekadar persoa..
Rp.0
Tags: Sejarah Hubungan Kesusastraan Cina Jilid Cina - Asia Tenggara




