Sejak belia Magdalena Sitorus setiap hari menulis catatan harian (diary). Buku ini merupakan potongan dari sekuen catatan hariannya dalam rentang waktu 2014 sampai dengan 2019. Magda secara khusus mengangkat tentang cerita hidup Oey Toen King menjadi sebuah buku, diawali dari rasa empati dan tertarik ingin mengetahui apa yang dirasakan dan dialami oleh mereka yang dianggap 'berbeda'. Dari pengalamannya mengobrol dan mendengarkan cerita hidup mereka, Magda tidak menyangka mendapatkan pengetahuan yang selama ini luput dari pengalaman maupun pemahaman.
Dalam kisah hidup King, Magda justru mendapat gambaran kontribusi etnis Tionghoa pada pra dan awal kemerdekaan, hingga kemudian berbagai situasi politik nasionalisme hingga tragedi 1965 membuat mereka terpaksa meninggalkan Indonesia. Dalam buku ini Magda menuliskan cerita King kecil yang dipisahkan dari tanah kelahirannya dan teman-temannya untuk selanjutnya menjalani hidup menjadi manusia diaspora di Belanda, Amerika Latin, Filipina, dan lain sebagainya.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-602-433-969-2 |
| Dimensi | 16 x 24 cm |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Jenis Kertas | Bookpaper |
| Berat | 650 gram |
| Jumlah Halaman | xx + 564 hlm |
| Tahun Terbit | 2020 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Pokoknya Ada Pelangi
- Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- Penulis: Magdalena Sitorus
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.150.000
Produk Terkait
Muhammad Syafi’i: Si Pemberani dari Batu Bara Bagai Mengalir Darah Satria Pangeran Asal Kerajaan Alam Pagaruyung
Buku ini tentang Biografi Muhammad Syafi’i, p..
Rp.195.000
Nasionalisme dan Egalitarianisme di Indonesia, 1908-1980: Menelaah Masalah-Masalah Diskontinuitas dalam Diskursus dan Praktik Politik
Nasionalisme dan Egalitarianisme di Indonesia, 19..
Rp.295.000
Hidayat: Father, Friend, and a Gentleman
Kolonel Hidayat sebagai Panglima Tentara dan Teri..
Rp.100.000
Tags: Pokoknya Ada Pelangi




