• Hidayat: Father, Friend, and a Gentleman

Kolonel Hidayat sebagai Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra (PTTS) tetap merangkap sebagai Wakil I Kepala Staf Angkatan perang, merealisasikan komando veering yang efektif terhadap pasukan-pasukan di bawahnya. Maka panglima TTS telah melakukan inspeksi keliling yang beribu-ribu kilometer mengunjungi pos-pos komando di Riau, Padang Lawas, Tapanulis, dan Aceh. (A.E. Kawialrang)

Pak Hidayat menyatakan kepada saya,”Politik Pemerintah harus didukung bukan letterlijk formal saja, tetapi jika konvoi-konvoi diserang karena melanggar persetujuan, itu didukung paling nyata dan kuat.”  War is politics by other means (Perang adalah politik dengan cara lain). Inilah pertama kali saya belajar politik. (Eddie Soekardi)

Hidayat lalu menjabat Sektretaris Jenderal Kementerian Pertahanan. Dia pernah dipanggil oleh Presiden Sukarno dan ditanya, apakah mau menjadi KASAD menggantikan Nasution. Hidayat emnolak. Alasannya “Ini soal Esprit de Corps (Korps-geest)”, ujarnya. Baginya penting mengutamakan semangat korps tentara dan setia kawan ketimbang mempromosikan kepentingan pribadi…. (H. Rosihan Anwar)

Walaupun Dubes Hidayat seorang Letnan Jenderal dan mantan menteri, beliau tidak rewel, tidak ingin dilayani dan tidak terikat dengan etiket dan protokol yang tidak perlu…. (Wisber Loeis)

Pak Hidayat adalah  pejuang bangsa, “een van de beste zonen van Indonesia” yang patut kita hormati dan selalu kita kenang…. (H. Achmad Tirtosudiro)

Info Buku
ISBN 978-602-433-060-6
Dimensi 14,5 x 21 cm
Jenis Cover soft cover
Jenis Kertas HVS
Berat 290 gram
Jumlah Halaman xii + 231 hlm
Tahun Terbit 2017

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

Hidayat: Father, Friend, and a Gentleman

  • Rp.100.000


Tags: Biography