Satu persatu pejoang angkatan 45 telah pergi. Dari sedikit yang masih
tinggl bersama kita adalah Hario Kecik, lengkapnya Soehario
Padmodiwirio, salah satu pelaku peang terbesar dan terdahsyat dalam
sejarah revolusi Indonesia di kota Surabaya 10 Nopember 45. Tapi mengapa
jenderal-jenderal peletak dasar TNI selanjutnya jarang-jarang yang
datang dari kalangan pejoeang arek-arek Suroboyo? Buku ini memberikan
jawabannya
| Info Buku | |
| ISBN | 978-979-461-375-4 |
| Dimensi | 14,5 x 21 cm |
| Jenis Cover | Softcover |
| Jenis Kertas | HVS |
| Berat | 550 g |
| Jumlah Halaman | xx + 474 halaman |
| Tahun Terbit | 2001 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Memoar Hario Kecik II
- Penulis: Soehario Padmodiwirio
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.68.000
Produk Terkait
Otobiografi Jatna Supriatna : Jejak Selusur Seorang Petualang, Pendidik, dan Wiraswasta Perikehidupan Alam
Saya mengenal dekat Prof. Jatna Supriatna sejak be..
Rp.160.000
Suara dari Pinggiran Memoar Seorang Aktivis Organisasi Nonpemerintah (Ornop)
Habitat Rizal Malik memang di ranah masyarakat sip..
Rp.150.000
Beta Orang Kupang: Mengenal John Haba Lewat Para Sahabat
”Karena itu janganlah heran kalau buku kenangan u..
Rp.95.000
Tags: Memoar, Hario Kecik, II, Soehario Padmodiwirio




