• Pendidikan Warga sebagai Ko-Kreator Demokrasi

Demokrasi Indonesia mengalami pengeroposan yang membuat peran warga kian melemah. Warga sering direduksi hanya sebagai objek atau konsumen politik, padahal sejatinya mereka adalah ko-kreator demokrasi. Karena itu, demokrasi perlu dipahami sebagai tatanan yang dibangun melalui kerja publik yang memungkinkan warga negara terlibat aktif dan sadar akan tanggung jawabnya. Buku ini menegaskan pentingnya pendidikan publik—baik formal maupun informal—untuk membentuk kompetensi berdemokrasi. Warga yang terdidik akan mampu menilai informasi secara kritis, memahami persoalan dari beragam perspektif, menyelesaikan masalah secara damai, serta memiliki empati dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Kebijakan pendidikan, kurikulum, dan kegiatan ekstrakurikuler perlu dirancang untuk menumbuhkan kemerdekaan berpikir, kemampuan analisis, dan kepekaan sosial, dengan merujuk pada nilai-nilai pendidikan Ki Hajar Dewantara. Pada saat yang sama, pendidikan berbasis komunitas di akar rumput—bagi anak jalanan, perempuan desa, dan petani— menjadi fondasi penting untuk memberdayakan kelompok terpinggirkan. Melalui ruang belajar informal, mereka dapat tumbuh sebagai warga yang mampu bermusyawarah, mengelola perbedaan secara damai, serta mengorganisasi diri untuk memperjuangkan kepentingan kolektif. Praktik-praktik baik inilah yang memperkuat kualitas demokrasi yang lebih sehat dan berkeadilan.

Info Buku
ISBN 978-623-321-408-7
Jenis Cover Soft Cover
Jenis Kertas Book Paper
Berat 280 Gram
Jumlah Halaman xvi + 218 halaman
Tahun Terbit 2026
Penerbit Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

Pendidikan Warga sebagai Ko-Kreator Demokrasi

  • Rp.126.000


Produk Terkait

Namaku Teweraut: Sebuah Roman Antropologi dari Rimba-rawa Asmat  (CU 3)

Namaku Teweraut: Sebuah Roman Antropologi dari Rimba-rawa Asmat (CU 3)

Sebuah roman antropologis berlatar Papua yang isti..

Rp.130.000

Invisible Diplomacy: The Untold Story Behind The Career of An Indonesian Diplomat

Invisible Diplomacy: The Untold Story Behind The Career of An Indonesian Diplomat

ARIF SUMANTRI HARAHAP adalah seorang diplomat seni..

Rp.150.000

Gagal, Kebal, Fenomenal: Seni Cari Nama Untuk Profesional

Gagal, Kebal, Fenomenal: Seni Cari Nama Untuk Profesional

Kegagalan tetaplah kegagalan. Rasanya pahit dan su..

Rp.100.000

Tags: Pendidikan Warga sebagai Ko-Kreator Demokrasi

Klik Chat Di Whats App