Puisi Sapardi Djoko Damono sesungguhnya adalah puisi yang wajar, namun dalam khazanah perpuisian kita, ia menjadi puisi yang harus.
Nirwan Dewanto (Budayawan)
... kumpulan ini memperlihatkan keragaman agama dan kepercayaan, kristiani, muslim, maupun animisme. Kematian disambut dengan khidmat... dengan sikap hormat, kita menyisih, memberi jalan, dan berbicara pelan.
Apsanti Djokosujatno(Guru Besar Ilmu Sastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia)
Sebuah penelitian yang bersungguh-sungguuh boleh jadi dapat menyikapkan bahwa suasana "ngeri" memang sungguh menjadi mousike sebagian besar karya-karya Sapardi.
Bakdi Soemanto (Giri Besar Ilmu Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada)
[Sapardi] terus saja meninjau, dan mempertimbangkan jalan kepenyairan yang telah ia tempuh. Terua saja gelisah, dan karena itu saya kira, maka ia terus menulis puisi.
Hasan Aspahani (Penyair, Wartawan)
Dari kata sugestif ke acuan transparan... bagian pertama berbentuk naratif, tetapi bagian kedua berupa sonet, buku ketiga gabungan keduanya, membuat kita bertanya, bagaimana kumpulan sajaknya yang akan datang?
Toeti Heraty Noerhadi (Guru Besar Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia)
| Info Buku | |
| ISBN | 978-979-461-768-7 |
| Dimensi | 14,5 x 21 cm |
| Jenis Cover | Softcover |
| Jenis Kertas | Book Paper |
| Berat | 300 g |
| Jumlah Halaman | 328 halaman |
| Tahun Terbit | 2010 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia bekerja sama dengan Hiski |
Membaca Sapardi
- Penulis: Riris K.Toha-Sarumpaet dan Melani Budianta (ed)
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.78.000
Produk Terkait
Nasionalisme dan Egalitarianisme di Indonesia, 1908-1980: Menelaah Masalah-Masalah Diskontinuitas dalam Diskursus dan Praktik Politik
Nasionalisme dan Egalitarianisme di Indonesia, 19..
Rp.295.000
David Napitupulu dan Pergantian Dua Rezim - Biografi Politik Seorang Tokoh Demonstran 66
Buku ini menghadirkan sosok David Napitupulu, toko..
Rp.110.000
Tags: Membaca, Sapardi, Riris K.Toha-Sarumpaet, Melani Budianta




