• Etnobiologi & Konservasi Sumber Daya Hayati: Berbasis Masyarakat Adat di Indonesia

Etnobiologi merupakan jembatan penting antara ilmu pengetahuan modern dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Dalam konteks Indonesia, negara megabiodiversitas yang sekaligus kaya akan ragam etnis dan budaya, kajian etnobiologi memiliki posisi yang sangat strategis, baik untuk pengembangan ilmu maupun untuk perumusan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, saya menyambut dengan gembira terbitnya buku Etnobiologi yang disunting oleh Prof. Jatna Supriatna dan para kolega.

Buku ini tidak hanya menghadirkan pemetaan komprehensif mengenai interaksi manusia dengan keanekaragaman hayati, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya pengetahuan tradisional sebagai bagian dari kekayaan intelektual bangsa. Di tengah tantangan krisis iklim, hilangnya habitat, serta perubahan sosial-ekonomi yang cepat, dokumentasi dan analisis seperti yang disajikan dalam buku ini menjadi semakin mendesak.

Saya berharap buku ini dapat menjadi rujukan penting bagi mahasiswa, peneliti, pembuat kebijakan, serta para pegiat konservasi di berbagai daerah. Semoga karya ini menginspirasi lahirnya penelitian-penelitian lintas disiplin yang lebih luas, memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat adat, serta berkontribusi nyata bagi pelestarian keanekaragaman hayati dan budaya Indonesia.


Prof. Dr. Tito Latif Indra

Dekan,  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia

Info Buku
ISBN 978-623-321-435-3
Dimensi 16x24 cm
Jenis Cover Soft Cover
Jenis Kertas Book Paper
Berat 570 Gram
Jumlah Halaman xx - 470 hlm
Tahun Terbit 2026
Penerbit Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

Etnobiologi & Konservasi Sumber Daya Hayati: Berbasis Masyarakat Adat di Indonesia

  • Rp.230.000


Produk Terkait

Rd. Gaos Hardjasoemantri: Pengasuh Tangguh Badan Musyawarat Kebudayaan Nasional (1952-1963)

Rd. Gaos Hardjasoemantri: Pengasuh Tangguh Badan Musyawarat Kebudayaan Nasional (1952-1963)

Nama RGH tergolong belum banyak disebut dan dituli..

Rp.125.000

Empat perubahan dalam kehidupan kami: Hindia hilang – Indonesia datang

Empat perubahan dalam kehidupan kami: Hindia hilang – Indonesia datang

Berdasarkan cuplikan-cuplikan autentik dari buku c..

Rp.250.000

Petaka Gunung Tampomas Kasus Lokal Cermin Global: Sedia Payung Sebelum Hujan

Petaka Gunung Tampomas Kasus Lokal Cermin Global: Sedia Payung Sebelum Hujan

Kalau di wilayah bumi bagian utara yang kehidupann..

Rp.160.000

Tags: Etnobiologi & Konservasi Sumber Daya Hayati: Berbasis Masyarakat Adat di Indonesia

Klik Chat Di Whats App