• Transkulturalitas dalam Adaptasi Puisi Romantik Jerman di Indonesia

Buku ini membedah fenomena Nachdichtung, sebuah tradisi “penciptaan kembali” dalam kesusastraan Jerman yang melampaui batas kaku penerjemahan harfiah. Melalui pendekatan transkultural, penulis menelusuri bagaimana karya-karya monumental era Romantik, seperti Erlkönig karya J.W. von Goethe dan Die Lorelei karya Heinrich Heine, tidak sekadar diterjemahkan, tetapi juga “dilahirkan kembali” dalam napas estetika Indonesia.

Buku ini mengeksplorasi proses kreatif para maestro sastra Indonesia—Goenawan Mohamad, Syu’bah Asa, dan Subagio Sastrowardoyo—dalam merespons mitologi Jerman. Di dalamnya, pembaca akan menemukan analisis mendalam mengenai pergeseran spasial dari lanskap empat musim yang dingin menuju alam tropis yang terbuka. Lebih dari sekadar pemindahan latar, buku ini mengungkap lapisan kompleks relasi gender melalui figur femme fatale Lorelei, sekaligus menyoroti batas rasionalitas manusia ketika berhadapan dengan entitas supranatural seperti Erlkönig.

Di ambang abad ke-21, ketika batas-batas geografis dan ideologis semakin melebur oleh perkembangan teknologi, buku ini menawarkan perspektif baru bahwa sastra merupakan organisme yang dinamis. Melalui proses dialog transkultural tersebut, mitos-mitos kuno Eropa dan lokalitas Indonesia terbukti mampu bertemu secara setara, melahirkan kekayaan baru dalam khazanah kesusastraan dunia yang tidak lagi terkungkung oleh batas negara.

Info Buku
ISBN 978-623-8771-60-8
Dimensi 15,5 x 23 cm
Jenis Cover Soft Cover
Jenis Kertas Bookpaper
Berat 200 Gram
Jumlah Halaman 100 Hal
Tahun Terbit 2026
Penerbit PT Pustaka Obor Indonesia

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

Transkulturalitas dalam Adaptasi Puisi Romantik Jerman di Indonesia

  • Rp.80.000


Produk Terkait

Jelajah Minyak Bumi: Harta Karun. Tersembunyi di Bawah Tanah

Jelajah Minyak Bumi: Harta Karun. Tersembunyi di Bawah Tanah

Rasakan Keajaiban Minyak, Energi, dan Teknologi!Bu..

Rp.50.000

Cibi dan Buba: Penghuni Hutan Kota yang Gemar Menabung

Cibi dan Buba: Penghuni Hutan Kota yang Gemar Menabung

Cibi dan Buba, dua Tupai yang senang bermain di hu..

Rp.50.000

Desain Ulang Demokrasi Indonesia: Reaktualisasi Prinsip Musyawarah-Mufakat

Desain Ulang Demokrasi Indonesia: Reaktualisasi Prinsip Musyawarah-Mufakat

Pokok bahwa demokrasi bukanlah sistem yang univer..

Rp.160.000

Tags: Transkulturalitas dalam Adaptasi Puisi Romantik Jerman di Indonesia

Klik Chat Di Whats App