Selama satu tahun, Nicholas Herriman tinggal di sebuah desa di Banyuwangi. Dia meneliti interaksi antara aparat pemerintah dengan masyarakat desa dalam hal santet. warga desa bermaksud membasmi "dukun santet". Kadang-kadang mereka membunuh sang "dukun santet" itu. Hal tersebut menjadi masalah bagi aparat pemerintah. Umumnya, pejabat memihak mayoritas warga desa yang ingin mengenyahkan dukun santet itu. Di sisi lain, para pejabat wajib mematuhi hukum negara. Buku ini menjalankan cara pejabat menangani masalah tersebut. Penulis menelaah interaksi negara dan masyarakat secara antropologis.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-979-461-849-3 |
| Dimensi | 14,5 x 21 cm |
| Jenis Cover | Softcover |
| Jenis Kertas | Book Paper |
| Berat | 220 g |
| Jumlah Halaman | xvi + 230 halaman |
| Tahun Terbit | 2012 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Negara vs Santet: Ketika Rakyat Berkuasa
- Penulis: Nicholas Herriman
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.65.000
Produk Terkait
Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 2 : Maret 1946 - Maret 1947
Tan Malaka (1894- 1949) pada tahun 1942 kembali ke..
Rp.135.000
Penduduk Miskin Transient: Masalah Kemiskinan yang Terabaikan
Kemiskinan dalam arti ekonomi yaitu ketidakmam..
Rp.190.000
Memproduksi Ilmu Pengetahuan di Tengah Masyarakat: Suatu Tantangan bagi Universitas Indonesia
Aliran pedagogi kritikal mengkritisi cara mengajar..
Rp.90.000
Tags: Negara, Santet, Rakyat, Berkuasa, Nicholas Herriman




