Selama satu tahun, Nicholas Herriman tinggal di sebuah desa di Banyuwangi. Dia meneliti interaksi antara aparat pemerintah dengan masyarakat desa dalam hal santet. warga desa bermaksud membasmi "dukun santet". Kadang-kadang mereka membunuh sang "dukun santet" itu. Hal tersebut menjadi masalah bagi aparat pemerintah. Umumnya, pejabat memihak mayoritas warga desa yang ingin mengenyahkan dukun santet itu. Di sisi lain, para pejabat wajib mematuhi hukum negara. Buku ini menjalankan cara pejabat menangani masalah tersebut. Penulis menelaah interaksi negara dan masyarakat secara antropologis.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-979-461-849-3 |
| Dimensi | 14,5 x 21 cm |
| Jenis Cover | Softcover |
| Jenis Kertas | Book Paper |
| Berat | 220 g |
| Jumlah Halaman | xvi + 230 halaman |
| Tahun Terbit | 2012 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Negara vs Santet: Ketika Rakyat Berkuasa
- Penulis: Nicholas Herriman
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.65.000
Produk Terkait
Kebijakan dan Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dalam Pembangunan Nasional
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merup..
Rp.70.000
SDGs DESA : Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan
SDGs Desa adalah pembangunan total atas desa. Selu..
Rp.70.000
Eulogi: Belajar Manusia & Antropologi dari Iwan Tjitradjaja
Iwan Tjitradjaja dikenal sebagai sosok ilmuwan mud..
Rp.70.000
Tags: Negara, Santet, Rakyat, Berkuasa, Nicholas Herriman




