Aliran pedagogi kritikal mengkritisi cara mengajar yang hanya memindahkan ilmu dan keahlian saja di ruang kelas, karena akan menghasilkan mahasiswa yang tumpul imajinasi, tidak memiliki kebebasan berpikir, dan nirbela rasa terhadap kemanusiaan, serta terisolasi dari nilai-nilai etika moral yang dibutuhkan bagi kelangsungan hidup komunitas dan peradaban manusia.
Mahasiswa adalah agen perubahan dan memiliki kapasitas untuk menghasilkan produksi ilmu pengetahuan bersama para dosen atau profesornya. Produksi ilmu pengetahuan harus dilakukan di tengah masyarakat, dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Hasil penelitian seyogyanya ditindaklanjuti dengan aktualisasi program aksi melalui pengabdian masyarakat (pengmas). Selanjutnya, perkuliahan harus selalu diperbaharui dan diaktualisasi dengan membawa hasil-hasil penelitian para dosen ke ruang kelas.
Di tengah arus perubahan masyarakat yang begitu pesat karena temuan sains dan teknologi serta globalisasi dalam berbagai bidang tidak hanya ekonomi, tetapi juga sosial, hukum, budaya, maka kebutuhan masyarakat juga berubah. Saat ini dunia global terhubung oleh prinsip, nilai dan standar yang sama terutama dalam bidang kemanusian, pelestarian lingkungan, dan pemajuan peradaban. Ilmu monodisiplin nampak tidak bisa menjawab tantangan masyarakat yang berat dan terus berubah itu. Kolaborasi antarbidang keilmuan dan kelembagaan secara interdisiplin dan transdisiplin sangat dibutuhkan agar dapat dilahirkan temuan dan rekomendasi yang paling tepat, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-623-321-263-2 |
| Dimensi | 14,5 x 21 cm |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Jenis Kertas | Bookpaper |
| Berat | 170 gram |
| Jumlah Halaman | xviii + 156 hlm |
| Tahun Terbit | 2024 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Memproduksi Ilmu Pengetahuan di Tengah Masyarakat: Suatu Tantangan bagi Universitas Indonesia
- Penulis: Sulistyowati Irianto (ed.)
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.90.000
Produk Terkait
Nyanyian Tana Diperciki Tiga Darah (Bunga Rampai Toraja dan Penceritaan Etnografi)
Berbeda dengan sebagian orang Austronesia lainnya,..
Rp.90.000
Kapita Selekta: Cinta Perkawinan dan Keluarga
Buku ini mengupas tuntas berbagai problematik..
Rp.120.000
KEKERASAN EKSTREM BELANDA DI INDONESIA Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949
Aksi kekerasan yang insidental atau tindak kek..
Rp.75.000
Tags: Memproduksi Ilmu Pengetahuan di Tengah Masyarakat: Suatu Tantangan bagi Universitas Indonesia



-80x80.gif)
