Perkembangan lingkungan strategis global telah mengubah karakter peperangan dari dominasi konfrontasi militer konvensional menjadi bentuk konflik yang lebih kompleks, multidimensi, dan melibatkan berbagai instrumen kekuatan negara maupun nonnegara. Dalam konteks tersebut, hybrid warfare menjadi salah satu konsep yang banyak dibahas dalam diskursus internasional.
Sebagai studi kasus utama, buku ini menganalisis bagaimana hybrid warfare Rusia dalam konflik dengan Ukraina khususnya sejak serangan 24 Februari 2022, sebagai salah satu contoh paling signifikan dalam perkembangan perang modern. Perang ini merupakan perang terbesar di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II. Pembahasan tidak hanya berfokus pada penggunaan kekuatan militer tetapi juga mencakup peran instrumen nonmiliter. Selain menguraikan dinamika konflik, buku ini mengidentifikasi berbagai pelajaran yang dapat diambil oleh negara-negara lain dalam menghadapi ancaman keamanan kontemporer serta bagaimana bentuk perang di masa depan.
Buku Hybrid Warfare: Perang Modern, Pelajaran dari Konflik Rusia vs Ukraina ditulis secara sistematis dan mengajak pembaca memahami bagaimana konflik modern tidak lagi hanya ditentukan oleh keunggulan persenjataan, tetapi juga oleh kemampuan mengintegrasikan berbagai instrumen kekuatan nasional dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks dan dinamis.
Buku ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, personel militer, pembuat kebijakan, maupun masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu strategi, pertahanan, dan keamanan.
“Buku ini memberikan pemahaman yang penting tentang bagaimana karakter perang telah berkembang. Konflik Rusia vs Ukraina menunjukkan bahwa kemenangan dalam perang modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan memadukan berbagai instrumen kekuatan secara strategis.”
v Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT, Panglima Kostrad.
****
“Buku ini menghadirkan analisis komprehensif pembahasan terkait evolusi perang, dari perang konvensional hingga perang dengan strategi asimetris yang memadukan teori klasik dengan genealogi perang hibrida. Pembahasan yang berakar teoretis dari Nemeth, Hoffman, hingga pergeseran fokus pada relevansi kontemporer yang dialami berbagai aktor regional maupun global. Relevansinya kian nyata bagi Indonesia dengan berbagai regulasi pertahanan Indonesia kini juga menegaskan klasifikasi ancaman hibrida yang menuntut ‘whole-of-society’ sebagai kerangka utuh ketahanan nasional. Buku ini perlu menjadi bacaan wajib bagi akademisi, praktisi pertahanan, dan pengambil kebijakan yang tertarik mendalami kajian perang kontemporer.”
v Dr. Fauzia Gustarina Cempaka Timur, S.IP., M.Si.Han,
Dosen Prodi Magister Peperangan Asimetris Universitas Pertahanan RI
dan Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence
| Info Buku | |
| ISBN | Masih dalam proses |
| Dimensi | 14,5x21 cm |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Jenis Kertas | Book Paper |
| Berat | 250 gram |
| Jumlah Halaman | xxii+250 halaman |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
HYBRID WARFARE Perang Modern: Pelajaran dari Konflik Rusia VS Ukraina
- Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- Penulis: Mujaddid Akbar
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.0
Produk Terkait
Dongeng dari Kitab Gunung dan Samudra Dewa Api Zhurong
Dewa Api ZhurongDalam buku ini, Xiao Mao menghidu..
Rp.0
Dongeng dari Kitab Gunung dan Samudra Dewa Penjaga Malam
Dewa Penjaga MalamTahukah kamu bahwa dalam kisah-k..
Rp.0




