Inti dari buku ini adalah menjawab kritikan seorang ahli folklor dari Universitas Indonesia, almarhum Prof. James Danandjaja, terhadap buku Bujang Tan Domang yang ditulis oleh seorang ahli adat dan sastra lisan Riau, almarhum Bapak Tenas Effendy. Danandjaja menggolongkan buku Bujang Tan Domang sebagai satu folklor humanistik, yang lebih fokus pada lore daripada folk, kurang memberikan latar belakang masyarakat dan budaya pemilik cerita, yaitu Orang Petalangan di Riau. Buku Negeri Bujang Tan Domang memberikan apa yang diminta oleh Danandjaja.
Kedua, buku ini bergerak lebih luas, yaitu menilai tempat Orang Petalangan dalam keberagaman masyarakat dan budaya di Riau. Orang Petalangan di Kabupaten Pelalawan adalah salah satu komponen dari masyarakat Melayu-Non-Pesisir di Riau. Bersama dengan Orang Kampar, Orang Kuantan, Orang Talang Mamak, Orang Gunung Sahilan, dan beberapa suku yang lain, maka Orang Petalangan adalah masyarakat matrilineal (adat perpatih) yang bertutur dalam bahasa Melayu-o. Mereka berbeda dari Orang Melayu Pesisir yang beradat bilateral (adat temenggung) dan berbahasa Melayu-ê.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-623-321-409-4 |
| Dimensi | 14,5x21 cm |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Jenis Kertas | Book Paper |
| Berat | 300 gram |
| Jumlah Halaman | 200 hal |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Negeri Bujang Tan Domang Etnohistori Orang Petalangan Riau
- Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- Penulis: Amri Marzali
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.90.000
Produk Terkait
Literasi di Daerah: Realita dan Strategi Kebijakan Perpustakaan Daerah
Buku ini menghadirkan kondisi riil tantangan, hamb..
Rp.200.000
Struktur Sosial dan Sistem Politik Batak Toba Hingga 1945
Perkembangan sosial budaya yang bergerak sangat ce..
Rp.70.000
Sejarah Kontroversial Di Indonesia; Perspektif Pendidikan
Historiografi yang berkembang di era keterbukaan ..
Rp.75.000
Tags: Negeri Bujang Tan Domang Etnohistori Orang Petalangan Riau




