Buku ini menelaah perkembangan nasionalisme
Indonesia dari sudut pandang sebuah minoritas: tokoh Kristen perkotaan. Mereka
merasa diri ditempatkan di antara dua janji: janji kemerdekaan Indonesia, dan
janji kolonial Belanda (yang mereka anggap sama-sama Kristen) tentang
modernitas. Ketegangan ini membuat pengalaman mereka pada masa akhir penjajahan
diwarnai dilema dan ambiguitas.
Cerita ditelusuri melalui riwayat politik
lima orang Kristen Indonesia yang hingga kini jarang disoroti. Yang Katolik:
Albertus Soegijapranata dan Ignatius Joseph Kasimo; yang Protestan: Todoeng
Soetan Goenoeng Moelia, G.S.S.J. Ratu Langie, dan Amir Syarifuddin.
Selain memprotes kolonialisme, mereka
merisaukan transisi menuju bentuk komunitas politik yang lebih modern. Status
mereka sebagai minoritas agama, dan sebagai kelas menengah perkotaan yang
merupakan 'pendatang' dari komunitas tradisional, membuat mereka lebih sadar
bahwa mencapai konsensus moral adalah hal yang sulit.
Di balik kisah kelima individu ini,
terdapat ketertarikan teoretis terhadap masalah nasionalisme anti-kolonial dan
transisi menuju modernitas di dunia pasca-kolonial. Sosiologi agama 'klasik' digunakan sebagai alat analisis.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-623-321-346-2 |
| Dimensi | 16x24 cm |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Jenis Kertas | Book Paper |
| Berat | 470 gram |
| Jumlah Halaman | xii+386 hlm |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Menuju Modernitas: Politik Antikolonial 5 Tokoh Minoritas
- Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- Penulis: Gerry van Klinken
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.150.000
Produk Terkait
Masalah Pendidikan & Kesehatan di Papua
Banyak kajian tentang pembangunan di Papua selama ..
Rp.65.000
Tan Malaka: Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia. Jilid I
Tan Malaka sosok penuh misteri dalam kancah kemerd..
Rp.135.000
Kepemimpinan Bentang Alam: Jalan Masa Depan Konservasi
Krisis ekologis hari ini bukan lagi sekadar persoa..
Rp.190.000
Tags: Menuju Modernitas: Politik Antikolonial 5 Tokoh Minoritas




