• Masalah-Masalah Demokrasi dan Kebangsaan Era Reformasi

Demokrasi memang memberi ruang yang lebar bagi setiap kelompok, golongan, dan identitas asal untuk mengaktualisasikan diri. Namun, ruang eksperesi tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi kemajemukan jika melampaui proporsinya. Apalagi ketika pada saat yang sama negara-yakni para elite penyelenggara negara-bukan hanya tidak memiliki koridor yang jelas dan instrumen kebijakan yang adil untuk itu, melainkan juga cenderung bersikap ambigu.

Di satu pihak, keberagaman kultural diakui dan bahkan dipidatokan berapi-api; di pihak lain, ketika premanisme, tindak kekerasan massa dan anarki melukai dan mencederai keberagaman, negara acap absen, dan kalaupun hadir cenderung bertindak diskriminatif dan tidak netral dalam mengatasinya.

Betapa sia-sianya kita berdemokrasi jika sekadar untuk "merayakan" tindak kekerasan dan anarki. Terlalu besar ongkos politik yang harus ditanggung bangsa ini apabila para penyelenggara negara di semua tingkat terus menerus tergagap dan bahkan gagal mengelola keberagaman hanya karena kepentingan picik kekuasaan.

begitu rendah kualitas moral dan tanggung jawab elite penyelenggara negara jika setiap kali muncul peristiwa serupa hanya bisa mengutuk, menyesalkan, dan mencopot pejabat tingkat menengah hingga rendah, sementara mereka yang seharusnya bertanggung jawab bisa "tidur nyenyak" di atas kasur empuk kekuasaan.

Info Buku
ISBN 978-979-461-881-3
Dimensi 14,5 x 21 cm
Jenis Cover Softcover
Jenis Kertas Book Paper
Berat 240 gr
Jumlah Halaman XVI + 234 hlm
Tahun Terbit 2014
Penerbit Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

Masalah-Masalah Demokrasi dan Kebangsaan Era Reformasi

  • Penulis: Syamsudin Haris
  • Ketersediaan: Tersedia
  • Rp.60.000


Produk Terkait

Demokrasi Dalam Cermin: Politik Akar Rumput dan Reformasi di Amerika Serikat

Demokrasi Dalam Cermin: Politik Akar Rumput dan Reformasi di Amerika Serikat

Demokrasi Dalam Cermin: Politik Akar Rumput dan Re..

Rp.80.000

Tags: politik, demokrasi