• Kepemimpinan Bentang Alam: Jalan Masa Depan Konservasi

Krisis ekologis hari ini bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan krisis cara pandang tentang bagaimana manusia memahami posisinya dalam jejaring kehidupan.

Buku ‘Kepemimpinan Bentang Alam: Jalan Masa Depan Konservasi’ lahir dari lebih dari tiga dekade pengalaman di lapangan, dari hutan Leuser (2005–2007) yang melahirkan Tangkahan ekowisata berbasis masyarakat, pertobatan ekologis di Besitang, hingga berbagai bentang alam di Indonesia, seperti resolusi konflik masyarakat adat di TWA Ruteng yang akhirnya bisa diselesaikan dengan dialog dan kesepakatan tiga pilar pemerintah, masyarakat adat, dan Gereja Katolik (2012–2013). Ia merangkai refleksi, pembelajaran, dan kisah nyata yang menunjukkan bahwa konservasi tidak cukup dilakukan dengan pendekatan sektoral atau berbasis kawasan semata. Diperlukan kepemimpinan pada skala bentang alam yang dapat mengorkestrasikan lintas kepentingan, lintas sektor, lintas disiplin keilmuan, pelibatan gerakan akar rumput, korporasi, aktivis, dan media massa.

Kepemimpinan bentang alam menuntut cara berpikir baru yang melihat keterhubungan antara manusia, alam, dan sistem kehidupan secara utuh. Sebuah kepemimpinan yang tidak lagi berpusat pada kontrol, tetapi pada kolaborasi; bukan pada kekuasaan, tetapi bagaimana membangun kesadaran kolektif sebagai basis aksi kolektif.

Di tengah kompleksitas era Antroposen dan mengarah ke Kapitalosen, buku ini mengajukan satu arah penting: bahwa masa depan konservasi alam dan kelestarian lingkungan hidup tempat manusia bisa tinggal secara layak di bumi,  ditentukan oleh lahirnya kepemimpinan kolektif berbasis ekologi, yang mempertimbangkan kekuatan kultur dan pengetahuan-pengalaman beragam masyarakat  (hukum) adat, untuk merekonstruksi kesadaran bersama untuk menjaga ruang hidup lintas generasi 100-200 tahun ke depan. 

Buku ini juga diperkaya oleh kontribusi para pemikir, praktisi, pelaku lapangan, akademisi, dan pejuang konservasi dari kalangan generasi muda dari berbagai bentang alam di Indonesia. Oleh karenanya, perlu dibaca oleh siapapun, terutama yang hatinya tertambat untuk bekerja dan berkarya lintas batas, tanpa  mengenal lelah, demi kelestarian bumi-tempat hidup ras manusia dan flora fauna yang bermilyar tahun telah disiapkan: untuk manusia, agar menjadi rahmatan lil alamin. “Manusia bukan pusat dari kehidupan. Kita-lah yang bergantung pada keseimbangan alam itu.”


Info Buku
ISBN 978-623-321-441-4
Dimensi 14,5x21 cm
Jenis Cover Soft Cover
Jenis Kertas Book Paper
Berat 400 gram
Jumlah Halaman 394 hal
Tahun Terbit 2026
Penerbit Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

Kepemimpinan Bentang Alam: Jalan Masa Depan Konservasi

  • Rp.190.000


Produk Terkait

Revolusi Sebatang Jerami - Cover Baru

Revolusi Sebatang Jerami - Cover Baru

Akibat keprihatinan terhadap terjadinyadegenerasi ..

Rp.0

Musim Panas Terakhir

Musim Panas Terakhir

Dikatakan bahwa seseorang terlahir sebagai pembaka..

Rp.170.000

Komunikasi Pembangunan: Menyuarakan Yang Tak Didengar

Komunikasi Pembangunan: Menyuarakan Yang Tak Didengar

Buku Komunikasi Pembangunan: Menyuarakan yang Tak ..

Rp.160.000

Tags: Kepemimpinan Bentang Alam: Jalan Masa Depan Konservasi

Klik Chat Di Whats App