Buku ini tidak sekadar penanda usia seseorang dalam bentuk kumpulan testimoni kolega dan para sahabat terkait kiprah yang bersangkutan, sebagaimana buku persembahan ulang tahun pada umumnya. Lebih dari itu, buku ini juga menampilkan jejak pemikiran dan pengabdiannya di bidang yang ia geluti: tradisi lisan dan WBTb! Selain itu, pembaca juga dapat menyimak bagaimana tradisi Nusantara dikaji dari berbagai perspektif.
-----------------------------------------
“Pengalaman bekerja dan berorganisasi bersama dengan Bu Tety selama ini memberikan kesan yang mendalam bagi saya mengenai etos kerja dan profesionalisme beliau. Bu Tety telah membuktikan dirinya sebagai figur akademisi di bidang kajian tradisi lisan dan pemimpin organisasi yang memiliki integritas tinggi, etos kerja yang kuat, serta kemampuan manajerial yang mumpuni.”
Fasli Jalal, Dirjen Dikti (2007-2010) dan Wamendiknas (2010-2011)
“Sebagai akademisi, Ibu Pudentia memiliki kepekaan metodologis yang kuat. Ia memperlakukan tradisi lisan bukan sebagai ‘objek’ penelitian semata. Baginya tradisi lisan adalah praktik hidup yang menyimpan sistem pengetahuan, etika, dan kosmologi... Ia adalah praktisi yang tak segan turun langsung mendampingi komunitas, memfasilitasi dokumentasi, dan memperjuangkan pengakuan terhadap warisan budaya takbenda (WBTb).”
Kemas Ridwan Kurniawan, Guru Besar Arsitektur UI
“Pada awal 1992, nasib buruk menimpa saya akibat affaire Pronk. Karena ketegangan politik antara Menteri Pembangunan Belanda Jan Pronk dan Presiden Soeharto, seluruh bantuan dari Belanda dihentikan. ILDEP pun terpaksa berhenti, dan saya harus meninggalkan Indonesia. Lalu bagaimana dengan Proyek Tradisi Lisan Nusantara? Saya memutuskan menyerahkannya kepada Ibu Tety... Kini, ketika menoleh ke belakang, saya melihat perjalanan panjang itu sebagai hari-hari cerah bersama Ibu Tety—hari-hari yang membentuk fondasi kuat bagi studi tradisi lisan di Indonesia dan yang terus memberi inspirasi hingga sekarang.”
Roger Tol, mantan Direktur KITLV Jakarta
“Ketekunannya selama bertahun-tahun dalam mengembangkan ATL menjadi organisasi berskala nasional, patut mendapat pengakuan luas. Ia juga gigih dan fasih dalam menyuarakan perlunya pengembangan penelitian tradisi lisan sebagai bidang akademik dan berperan penting dalam menciptakan program kajian tradisi lisan di UI serta di beberapa universitas negeri lainnya.”
Alan H. Feinstein, Direktur Aminef/Fulbrigh Indonesia
| Info Buku | |
| ISBN | masih proses ISBN |
| Dimensi | 14,5x21 cm |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Jenis Kertas | Book Paper |
| Jumlah Halaman | 180 hal |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
70 Tahun Pudentia MPSS: Bunda Kandung Tradisi Lisan Indonesia
- Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- Penulis: Kenedi Nurhan, Susi Ivvaty, Luqman Hakim (Penyunting)
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.0
Produk Terkait
Pendidikan Warga sebagai Ko-Kreator Demokrasi
Demokrasi Indonesia mengalami pengeroposan yang me..
Rp.0
Indonesia – Rusia dalam Pusaran Perang Dingin: Geopolitik dan Diplomasi Soviet di Asia Tenggara
Buku ini merunut hubungan diplomasi Indonesia Rusi..
Rp.0
Her Place, Her Power: Growing Together for Women’s Rights and Agency in Rural Communities
Her Place, Her Power: Growing Together for Women’s..
Rp.0
Tags: 70 Tahun Pudentia MPSS: Bunda Kandung Tradisi Lisan Indonesia




