Fenomena kejahatan kekerasan menunjukkan kejahatan tersebut dilakukan dengan tanpa adanya motif. Namun dalam kerangka RCT (rational choice theory) dan RAT (routine activity theory), fenomena ini tidaklah demikian. Hal ini dapat dilihat dengan adanya pertimbangan rasional dari pelaku kejahatan. Dengan kata lain, RCT dan RAT menegaskan bahwa kejahatan kekerasan pasti memiliki motif, apa pun itu.
Benar bahwa salah satu tujuan pelaku adalah mengharapkan atau menciptakan situasi atau kondisi yang lebih menyenangkan, lebih mengenakkan, atau lebih memudahkan. Benar pula bahwa hal tersebut bersifat perseptual. Namun jika dilihat dari teori RCT dan RAT, mengharapkan atau menciptakan situasi atau kondisi yang lebih menyenangkan, lebih mengenakkan, atau lebih memudahkan adalah sesuatu yang nyata dan diungkapkan oleh pelaku.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-979-461-967-4 |
| Dimensi | 14 x 21 cm |
| Jenis Cover | Softcover |
| Jenis Kertas | Book Paper |
| Berat | 120g |
| Jumlah Halaman | xiv + 112 halaman |
| Tahun Terbit | 2015 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Mutilasi dalam Perspektif Kriminologi: Tinjauan Teoretis Lima Kasus Mutilasi di Jakarta
- Penulis: Mohammad Fadil Imran
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.50.000
Produk Terkait
Politik Pemberantasan Korupsi; Strategi ICAC Hong Kong dan KPK Indonesia
Institusi badan anti-korupsi semenjak akhir abad k..
Rp.65.000
Perlindungan Rahasia Dagang Di Bidang Farmasi
Rahasia dagang umumnya adalah informasi berharga y..
Rp.135.000
Tags: Mutilasi, Perspektif, Kriminologi, Tinjauan Teoretis, Lima Kasus, Mutilasi, Jakarta, Mohammad Fadil Imran




-80x80.png)