• Gerakan Pemuda Ansor: dari Era Kolonial hingga Pascareformasi

Ansor bersama-sama dengan induknya, NU, adalah garda depan dalam melawan kecenderungan menguatnya politikidentitas yang mengatasnamakan agama, tatkala elemen-elemen lain dari bangsa ini seperti maju-mundur atau bahkan takut untuk menghadapinya.

Pemikiran aswaja mendorong Ansor untuk menjadi moderat dan fleksibel baik dalam bidang politik maupun sosial. Sikap fleksibel itu memungkinkan Ansor dapat mempertahankan eksistensinya dalam berbagai situasi kekuasaan. Dalam bidang sosial, fleksibilitas itu membuat Ansor dapat membangun relasi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti gerakan pemuda lainnya, beragam kelompok Islam, dan khususnya dengan kelompok minoritas. Di bidang ekonomi, fleksibilitas Ansor dapat menentukan pilihan untuk berkiprah dalam ekonomi kerakyatan di pedesaan sekaligus membangun jejaring dengan institusi-institusi besar ekonomi.

... perkembangan Ansor tidak terlepas dari dimensi-dimensi sosial-politik, baik dalam maupun luar negeri. Penggambaran konteks sosial-politik ini memperlihatkan bagaimana Ansor berkembang seiring dengan perjalanan Indonesia, yang juga tak lepas dari berbagai pengaruh luar maupun dalam. Keterkaitan dengan urusan-urusan atau isu-isu luar negeri selama beberapa waktu juga menunjukkan sisi internasional dari organisasi ini. Dengan demikian, Ansor kelihatannya tidak hanya memiliki nilai strategis bagi kekuatan politik di tanah air, tetapi juga berkembang karena hadirnya pengaruh-pengaruh yang bersumber dari perkembangan zaman. Hal inilah yang kemudian membentuk karakter Ansor.

Info Buku
ISBN 978-602-433-649-3
Dimensi 14,5 x 21 cm
Berat 600 gram
Jumlah Halaman xxiv + 322 hlm
Tahun Terbit 2018

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

Gerakan Pemuda Ansor: dari Era Kolonial hingga Pascareformasi

  • Penulis: Andi Rahman Alamsyah, Bayu A. Yulianto
  • Ketersediaan: Tersedia
  • Rp.150.000


Produk Terkait

Madiun 1948 PKI Bergerak

Madiun 1948 PKI Bergerak

Pada tanggal 10 Agustus 1948 Moeso kembali ke Indo..

Rp.0

Kehampaan Hak: Masyarakat vs Perusahaan Sawit di Indonesia

Kehampaan Hak: Masyarakat vs Perusahaan Sawit di Indonesia

Ekspansi perkebunan kelapa sawit yang sangat pesa..

Rp.0

Nyanyian Tana Diperciki Tiga Darah (Bunga Rampai Toraja dan Penceritaan Etnografi)

Nyanyian Tana Diperciki Tiga Darah (Bunga Rampai Toraja dan Penceritaan Etnografi)

Berbeda dengan sebagian orang Austronesia lainnya,..

Rp.90.000

Klik Chat Di Whats App