Buku ini disusun saat Jakarta lagi musim teror bom
Hasil ulah orang-orang tidak bertanggungjawab
yang rasa perikemanusiaannya sudah di bawah titik nol
Tapi diam-diam...Putu Wijaya sejak dulu
sudah mempersiapkan teror jenis lain, yakni: Teror Mental
"Hanya saja, teror jenis ini tidak membunuh", begitu kilahnya.
Ia tidak akan meledak seperti bom
yang menimbulkan cacat phisik.
Sebab sasarannya bukan wujud, bukan phisik,
namun pengertian, nalar, rasa pikiran dan batin.
Dan kalau sampai terjadi pembunuhan,
itu mah bukan teror mental lagi namanya,
tapi teror yang sudah "mental" (bahasa jawa: terlempar).
Dijamin. Anda-anda yang jadi korban terornya
tak mampu, tak sempat, bahkan tak mau menghindarinya
sampai teror itu berakhir.
Karena teror mental adalah semua ideologi berkesenian.
Teror mental adalah sebuah usaha untuk membangun mental.
| Info Buku | |
| ISBN | 979-461-384-3 |
| Dimensi | 11x17 cm |
| Jenis Cover | Softcover |
| Jenis Kertas | HVS |
| Berat | 320 gr |
| Jumlah Halaman | xviii+302 |
| Tahun Terbit | 2001 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Putu Wijaya Sang Teroris Mental
- Penulis: Sigit B. Kresna (ed)
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.35.000
Tags: Sastra

