“Kekuatan puisi Djadjat tidak hanya terletak pada kedalaman temanya, tetapi juga pada cara ia mengolah emosi menjadi kekuatan naratif. Ia tidak pernah terjebak dalam sentimentalitas murahan atau caci maki terang-terangan. Sebaliknya, ia bermain dengan ironi dan paradoks, menghadirkan puisi yang tampaknya sederhana tetapi mengandung pukulan keras bagi mereka yang membacanya dengan serius. Seperti puisi “Mikrofon yang Murka,” yang menggambarkan alat komunikasi yang memberontak terhadap manipulasi dan dusta. Ini adalah puisi yang berbicara kepada pembaca hari ini, ketika sumpah sering kali berubah menjadi sampah.” (Hilmar Farid)
“Sejumlah puisi yang terhimpun dalam buku ini, kiranya dapat dijadikan contoh kasus, bagaimana dengan mudah kita dapat menemukan perluasan atau penyempitan sebuah makna kata. Meskipun tentu saja penyair tidak berpretensi begitu, caranya mengeksplorasi pilihan kata diksi, tetap saja mesti ditempatkan sebagai tugas penyair memperkaya bahasa. Boleh jadi ia sekadar menulis puisi; mengungkapkan kegelisahannya dalam bentuk lain yang sarat ambiguitas sehingga dapat memantik berbagai penafsiran, tetapi cara menempatkan puisinya “serupa dara di balik tirai” ternyata menawarkan sumbangan lain dalam pemerkayaan daya ungkap bahasa.” (Maman S. Mahayana).
| Info Buku | |
| ISBN | 978-623-321-391-2 |
| Dimensi | 14,5x21 cm |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Jenis Kertas | Book Paper |
| Berat | 100 gram |
| Jumlah Halaman | xxxiv+132 hlm |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Mikrofon yang Murka
- Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- Penulis: Djadjat Sudradjat
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.60.000
Produk Terkait
Jalan Ke Bogor; Palapa dan Wanita Papua
Pertengahan tahun 70an, seorang insinyur muda kela..
Rp.45.000
Tags: Mikrofon yang Murka




 depan_001-80x80.jpg)