Isu utama konflik nelayan berkisar pada masalah dominasi, bukan eksploitasi sebagaimana terjadi di kalangan buruh industri. Dalam konteks ini konsep jarak dominasi menjadi penting. Sekalipun isu tersebut benar-benar realistis, karena esensi konflik kelas nelayan menyangkut soal sumber penghidupan atau masalah hidup dan mati, maka konfliknya cenderung menjadi konflik kekerasan dan destruktif.
Di sini, dua kelas yang dalam analisis Marxist ortodoks selalu berhadapan dan berkonflik, yakni kelas pemilik dan kelas buruh, dipersatukan oleh peralatan penangkapan dan berhadapan dengan pemilik dan buruh nelayan yang berbeda pada peralatan penangkapan dan kelas yang lain – nelayan besar versus nelayan kecil.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-979-461-909-4 |
| Dimensi | 14,5 x 21 cm |
| Jenis Cover | Softcover |
| Jenis Kertas | Book Paper |
| Berat | 250 g |
| Jumlah Halaman | xviii + 274 halaman |
| Tahun Terbit | 2015 |
| Penerbit | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
Konflik Nelayan
- Penulis: Rilus A. Kinseng
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.65.000
Produk Terkait
Merenungkan Gema; Perjumpaan Musikal Indonesia-Belanda
Dari waktu ke waktu, hingga kini, komposer, pelaku..
Rp.100.000
Memaknai Transnasionalisme: Agen, Struktur, dan Proses dalam Politik Global
Dinamika politik global kontemporer membuka cakraw..
Rp.110.000
Kolonialisme, Kapitalisme, dan Rasisme: Kronik Pascakolonial
Dorongan untuk melakukan ekspansi ke luar wilayah ..
Rp.195.000
Tags: Konflik, Nelayan, Rilus A. Kinseng



