• Alamku tak Seramah Dulu (Print On Demand)

Terkadang kita tidak menyadari perubahan di sekitar kita. Barangkali karena perubahan itu begitu halus mendekat, memanipulasi pikiran dan melenakan, lalu tiba-tiba kita telah kehilangan segalanya. Uang kemudian menjadi penting ketika manusia mengalihkan pemenuhan kebutuhannya dari alam kepada pasar. Uang dan pasar jugalah -- didukung teknologi informasi dan transportasi -- yang mempertemukan manusia di berbagai tempat dalam pengalaman yang sama konon, para pakar dan pemikir menamakan proses ini sebagai globalisasi..

Info Buku
ISBN 979-461-597-8
Dimensi 15 x 21 cm
Jenis Cover Softcover
Berat 200g
Jumlah Halaman 150h
Tahun Terbit 2006
Penerbit BUKUOBOR

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

Alamku tak Seramah Dulu (Print On Demand)

  • Penulis: Aditya Dipta Anindita
  • Ketersediaan: Out Of Stock
  • Rp.18.000


Produk Terkait

Mengelola Lahan Kehutanan yang Benar yang Selama ini Salah (Cetak Ulang Ke-3)

Mengelola Lahan Kehutanan yang Benar yang Selama ini Salah (Cetak Ulang Ke-3)

Kekayaan hutan adalah harta yang tak ternilai. Ter..

Rp.45.000

Ekopesantren: Bagaimana Merancang Pesantren Ramah Lingkungan?

Ekopesantren: Bagaimana Merancang Pesantren Ramah Lingkungan?

Pondok pesantren di Indonesia merupakan “icon” pen..

Rp.87.000

Pengantar Ilmu Lingkungan

Pengantar Ilmu Lingkungan

Manusia sudah mempelajari lingkungannya sejak awal..

Rp.97.000

Tags: Alamku, Tak, Seramah, Dulu, Aditya Dipta Anindita

Klik Chat Di Whats App