Buku ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada proses-proses pembangunan perdamaian di Indonesia, terutama melalui kerukunan dan kondisi sosial antar kelompok-kelompok aliran keagamaan. Menguatnya semangat untuk melaksanakan ritual-ritual agama dan meningkatnya penggunaan simbol-simbol keagamaan yang sedang berkembang di Indonesia sering diikuti oleh pemahaman dan penafsiran terhadap teks keagamaan secara literal. Hal ini mengakibatkan berkembangnya fundamentalisme dan konservatisme beragama yang pada tingkat tertentu memunculkan perubahan perspektif tentang bineka tunggal ika dan pluralisme. Kalau kondisi seperti ini dibiarkan dalam jangka panjang akan memunculkan ancaman terhadap integrasi sosial dan pembiaran terhadap kekerasan yang mengatasnamakan agama. Dengan demikian, strategi menjaga ketahanan sosial melalui pengembangan nilai-nilai toleransi beragama sangat relevan untuk untuk menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
| Info Buku | |
| ISBN | 978-602-433-759-9 |
| Dimensi | 14,5 x 21 cm |
| Jumlah Halaman | xiv + 182 hlm |
| Tahun Terbit | 2019 |
Meredam Permusuhan, Memadamkan Dendam: Pelajaran Bina Damai dan Ketahanan Minoritas Keagamaan dari Tasikmalaya dan Bangil
- Penulis: Cahyo Pamungkas
- Ketersediaan: Tersedia
-
Rp.70.000
Produk Terkait
Harmoni Dalam Keragaman Jejak Budaya Toleransi Di Manado, Bali, dan Bekasi
Toleransi sejak dahulu sudah mengakar dalam denyut..
Rp.125.000
Mewujudkan Indonesia 4.0: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia di Australia
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Organisation..
Rp.120.000
Perempuan Nuaulu: Tradisionalisme dan Kultur Patriarki
Memahami cara pandang tradisional orang Nuaulu khu..
Rp.0



-80x80.png)
