• Democracy for Sale: Pemilihan Umum, Klientelisme, dan Negara di Indonesia

Ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan dan survei ahli yang luas, Democracy for Sale menyediakan suatu analisis tentang demokrasi Indonesia yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari rakyatnya. Edward Aspinall dan Ward Berenschot memeriksa jejaring informal dan strategi-strategi politik yang membentuk akses pada kekuasaan dan privilese dalam lingkungan politik kontomporer Indonesia yang morat-marit. Hasil cermatan mereka memperlihatkan bagaimana di setiap tingkatan, institusi-institusi formal dibayang-bayangi oleh dunia gelap koneksi personal dan pertukaran klientelistik.

Para politisi memenangi pemilihan dengan mendistribusikan projek-projek berskala kecil, memberukan uang tunai atau barang kepada para pemilih; mereka mendapatkan dana untuk membiayai kampanye mereka dengan memperjual-belikan kontrak, perizinan dan manfaat-manfaat lainnya dengan para pengusaha; dan mereka juga terlibat dalam pertarungan yang tak ada ujungnya dengan politisi saingan mereka dan dengan birokrat untuk merebut kendali atas sumber-sumber daya negara dalam rangka membiayai kegiatan politik mereka. Bukannya bergantung pada partai, para politisi Indonesia biasanya lebih banyak bergantung pada striktur organisasi yang bersifat ad hoc dan personal, yang dikenal dengan sebutan “tim sukses”, untuk menyelenggarakan kampanye pilihan mereka. Koneksi personal—entah berdasarkan hubungan kekerabatan, pertemanan, jaringan usaha, agama atau suku—mengalahkan loyalitas pada partai. Para agen politik sering kali berhasil melelang jasa mereka kepada penawar yang tertinggi. Birokrat, dan bukannya partai, memegang kendali atas sumber daya negara dan merupakan actor kunci dalam kampanye pemilihan.

Melalui argument-argumen ini dan dengan bantuan analisis komparatif dari praktik-praktik politik di India dan Argentina, Democracy for Sale menyediakan bukti kuat tentang pentingnya jejaring dan hubungan informal lebih daripada partai-partai dan institusi-institusi formal dalam politik kontemporer Indonesia. Democracy for Sale menggunakan kerangka analisis yang inovatif untuk membandingkan berbagai praktik politik klientelistik, dan memanfaatkan keuntungan dari observasi langsung terhadap dunia yang membayang-bayangi di belakang politik formal. Hasil cermatan dalam buku ini memperlihatkan bahwa kita mestinya melihat politik informal dan klientelisme bukan sebagai penyimpangan dari politik formal, melainkan sebagai elemen penyusun darinya di Indonesia, sebagaimana juga di sebagian besar dunia ini.

Info Buku
ISBN 978-602-433-741-4
Dimensi 16 x 24 cm
Berat 500 gram
Jumlah Halaman xviii + 418
Tahun Terbit 2019

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

Democracy for Sale: Pemilihan Umum, Klientelisme, dan Negara di Indonesia

  • Penulis: Edward Aspinall dan Ward Berenschot
  • Ketersediaan: Tersedia
  • Rp.110.000


Produk Terkait

Contemporary Islamic Discourse In The malay-Indonesian World

Contemporary Islamic Discourse In The malay-Indonesian World

While many books have probed the role of Islam in ..

Rp.200.000

Maut dan Cinta

Maut dan Cinta

Maut dan Cinta, Novel ini akan membawa para pembac..

Rp.95.000

Ketika hitam dikatakan putih dan sajak tetap bersuara: sajak-sajak malaysia–indonesia

Ketika hitam dikatakan putih dan sajak tetap bersuara: sajak-sajak malaysia–indonesia

Menghimpun sajak-sajak dari para penulis di nu..

Rp.80.000

Klik Chat Di Whats App